Jumat, 04 November 2016

H-22

Nggak ada sebulan, semua privilege ini bakal expired.
Kemudahan bebas keluar masuk rumah sakit kapan aja: pagi buta, tengah malam, atau bahkan telat sejam dari jam kunjung pasien. Atau bebas buka tutup status pasien, belajar dari hal-hal yang ditulis staff dan residen.Bisa keluar masuk IBS, berdiri tepat di sebelah operator, kalau sang operator baik hati, kadang bisa dikasih satu dua jahitan atau sekedang suction aja. Bisa ikutan visit, dijelasin ini itu, dipersilahkan periksa pasien dan nanya semua hal-hal penentu diagnosis. Ah...kapan lagi ya bakal boleh begini.

Kadang, terlalu banyak privilege yang kita punya kita lupa buat bersyukur dan lupa buat memanfaatkan sebaik-baiknya kemudahan dan kesempatan yang kita punya. Bakal sekangen itu kali ya,

Alhamdulillah untuk kesempatan-kesempatan yang mungkin udah kelewat terlambat untuk disadari. 



Selamat pagi :)

Rabu, 26 Oktober 2016

Diingatkan lagi bahwa:

Cuma diri kita sendiri yang tau bahwa kemampuan kita belum sampai batasnya. Menjadi dewasa adalah berdamai dengan penundaan untuk mencapai kemampuan maksimal yang kita punya. Menjadi dewasa adalah meyakini dengan kemampuan diri.

Kamis, 13 Oktober 2016

Karena Allah Maha Baik, mungkin kita mengira kita menunggu sesuatu yang salah. Namun dengan cara ini Allah akan ajarkan bahwa bukan kita yang tentukan, tapi kita yang memohon dan Allah SWT yang tentukan

Kamis, 29 September 2016

Refleksi Nasionalisme Nara


source: Tribun News


Nasionalisme adalah hal krusial dengan harga mati yang harus dimiliki seluruh warga negara Indonesia. Klise memang kedengarannya. Tapi kalau bukan kita, warga Indonesia sendiri, siapa lagi? Lepas dari kontroversi mengenai paham nasionalisme yang tidak sesuai kaidah agama islam. Aku lebih memandang nasionalisme sebagai cara menjaga kedaulatan negara Indonesia melalui menjaga persaudaraan antar agama di negara ini. 

Jika nasionalisme ini sudah kadung luntur, ke mana identitas kita? Inilah negara kita, di mana kita tinggal dan kita dilindungi melalui peraturan perundangan dan hukum yang berlaku, sudah sepantasnya kita bangga menjadi bagian dari negara ini. Memupuk nasionalisme masih menjadi PR besar bagi generasi muda saat ini, di mana menjadi dan meniru budaya luar negeri dianggap lebih keren dan lebih sesuai dengan jaman yang modern ini. 



Aku secara pribadi kembali diingatkan kepada masalah nasionalisme ini melalui video yang dishare lebih dari 10.000 kali di facebook. Bintang dalam video tersebut bernama Nara Masista Rakhmatia. Nara merupakan diplomat junior dengan kedudukan sebagai Second Secretary at Permanent Mission of the Republic of Indonesia to the United Nations. Perempuan cantik ini begitu viral berkat pidatonya dalam Sidang Umum PBB ke-71. Dalam video tersebut, Nara membalas pidato yang dilontarkan Presiden Nauru, Presiden Kepulauan Marshall dan empat perdana menteri dari Kepulauan Solomon,Vanuatu, Tuvalu, dan Tonga. 

Pada sidang yang dijadwalkan membahas tentang implementasi SDGs (Sustainable Development Goals), 6 pemimpin negara tersebut menyayangkan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasye Sogavare mengatakan bahwa dugaan pelanggaran hak asasi manusia terkait dorongan untuk memerdekakan diri. 
"Para pemimpin tersebut memilih untuk melanggar piagam PBB dengan mengintervensi kedaulatan negara lain dan melanggar integritas teritorialnya"  
Nara melanjutkan bahwa pernyataan dari pihak ke-enam negara tersebut mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap sejarah situasi saat ini dan perkembangan progresif di Indonesia termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat. Bahkan Nara tidak segan mengulang dan menekankan pernyataannya mengenai intervensi kedaulatan dan pelanggaran integritas teritorial tersebut
Memang secara tersurat, Nara tidak menyangkal ada atau tidaknya pelanggaran hak asasi manusia. Ia hanya menyatakan,"Bapak Presiden, kami tegaskan kembali ada mekanisme domestik di tingkat nasional di Indonesia, pada pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Lepas dari kontroversi mengenai keefektifan mekanisme domestik untuk menangani isu-isu hak asasi manusia di Papua dan Papua Barat, kita diingatkan kembali pada isu-isu penting dalam negeri ini. Bukan malah sibuk mengurusi abg-abg labil yang populer di media sosial. Jangan sampai kita terlena dengan isu murahan yang digunakan untuk mengalihkan perhatian kita. 
Aku pribadi kembali diingatkan bahwa nasionalisme bukan tentang apa warna bendera kita dan di mana kita tinggal. Tapi dengan semangat nasionalisme ini kita secara sadar dituntut menjaga persatuan dan kesatuan negara ini juga kedaulatan negara ini melalui kontribusi kita yang tidak lain berasal dari kompetensi dan spesialisasi yang kita miliki. Coba bayangkan, jika negara ini terpecah belah, bagaimana hak-hak rasa untuk tinggal dengan aman yang kita tuntut bisa terwujud? Aku bukan mahasiswa hukum apalagi seorang negarawan dan ahli politik, namun tidak ada salahnya jika kita memiliki nasionalime bukan?
Video Pidato Nara Masista Rakhmatia

Rabu, 28 September 2016

DAY 19 - THINGS IN MY WALLET



Finally I push my self to start again and make another light blog post in order to make this page alive. It would be nice if I can regularly post something here, and sorry not sorry it definitely would left some of my awful writing tracks. To be honest, it is not a shameful thing since I write to learn and growing the skill. Well, it's not like I don't have any idea to make more post, but yes, I am just that awful to write. Sometimes I just have some kind random thought or what Inang said as "peep talk", but I never thought to elaborate and make a decent blog post.

I did promise my self to continue writing about things in my wallet since it has already in my more than half  30 days of challenge. I've alrd doing this challenge for about two years. It took more than TWO YEARS. Talking about procrastination (?). Procrastinate would be my forever obstacle to write.

So! Back to the point about my wallet, My wallet is red like I use in my blog graphic. It's a mediocre because I just dont know what colors should I take since my previous one was fine but my mother persisted to buy a new one. So I let her to choose as she would. And I could guess that she would choose red, talking about her preference. I do bring my wallet like literally everyday. One or two times I was like left my wallet, just because I thought without the wallet it was easier only to bring the money out. And I would find some moment where I realize that I should take the ATM with me or I am being regretful for bringing less money.

1. MONEY. In cash

Who wouldn't? There would be times I brought my wallet with full of recipient notes without money on it....


2. Debit cards
I have three of them but I am just frequently use one for daily needs. The other one was turned down years ago because it supposed as a saving account and a recent one was like money that I got from some kind part time job in my spare time that I've done. I've learned much since I was little about savings and I recommend anyone to follow @PritaGhozie in twitter since she had such simple advice on how to manage your money.
I am strongly refuse to use credit card even when I am in the middle need to use it like several years ago to book a flight, I will ask for help from some of my relatives. The reason is just like woman was born to love discount and promos. So, I thought it would wiser if I have cards that I could manage better now and the future. I am still learning how to manage my own money and not going insane in all of mega sale things or promos. 


3. ID cards

4. Member cards
As I said before I am not that insane to get such a membership discount or else. I just happen to have Taiwanese's bubble drink cards like if you had 10 alrd they would like to give you a free cup! (This is one of things that I couldn't resist). 
But I don't have such a coffee shops or lounges or else. I don't really like to hang out, this is just some people preference, no offense! Because some people maybe tend to be more productive if they are in good ambiance like in coffee shop or lounge.

5. Pictures
ID pictures in various size, in case anybody would ask it and ask me for sign. Lol. No.
I am in my clinical rotation that require me to go in and out in some of departement and they will ask for picture to complete the administration and things like that.


My wallet was like a simple one, not that much as you expect. Anybody would share them?
Like what else we can put in?



Kamis, 01 September 2016

DAY 18 - TOUCHED CONVERSATION

Kalau boleh diingat, ada banyak touched conversation yang secara nggak langsung sudah menjadi turning point dalam milestone dua puluh tahun terakhir; sebagai pelajaran atau hanya sekedar pengingat. Tapi untukku, lebih mudah untuk mengingat apa pesan di balik setiap conversation tersebut, bukan dengan siapa percakapan itu telah terjadi. Ada satu percakapan yang terjadi sudah lama, mungkin satu tahun yang lalu melalui layanan pesan LINE.

Sani: *insert Gambar 1D dan Kanye West*



Rurin: Hahaha kasian ya Kanye West dibully gara-gara terlalu mencintai dirinya

Sani: Hahahaha. One direction udah nggak sama lagi *insert crying sticker*

Rurin: Bye abang zayn malik. Kamu belajar agama ya biar makin ganteng. Huhuhu sedih

Sani: Mungkin mau jadi ustad *positive thinking*

Rurin: Aaamiin Ya Allah. Doain aja mungkin aja kan ya. Dia  bilang sih lelah dengan hingar binger. Pengen hidup bebas seperti orang biasa

Sani: Hahaha padahal kita yang orang biasa pengen merasakan hidup kayak dia

Rurin: Kadang emang kita suka kurang bersyukur ya. Huhuhu

Sani: Iyanih makanya sering ngerasa ada yang kuraaang terus di hidup

Rurin: Iya astagfirullah. Baru sadar kalo ada orang yang ternyata lebih menyedihkan dari kita dan lebih tegar.

Sani: Iya rin *insert crying stickers* Tumben kamu bener

Rurin: *insert signature dugong sticker*

Percakapan itu sebenarnya sekedar basa-basi biasa cuma buntutnya bikin aku diingatkan oleh sesuatu: Sudah bersyukur dengan yang sudah kita miliki dan kita rasakan sampai saat ini?
Terlalu sering kita, sebagai manusia, khususnya aku, membandingkan apa-apa yang sudah aku dapatkan dengan apa yang orang lain miliki.

Hingga pada suatu titik kita harus sadar bahwa hidup bukan melulu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, hidup bukan melulu untuk memiliki apa yang juga sudah dimiliki orang lain, bukan. Tapi hidup adalah mengenai bagaimana kita bersyukur dengan apa yang sudah Allah SWT berikan. Melalui bersyukur, pasti kita akan sadar bahwa ternyata Allah sudah memberikan terlalu banyak hal, bahkan yang tidak kita mohonkan, bahkan yang tidak kita munjatkan, pun Allah berikan. Kurang baik apa sih Allah?
Padahal dengan bersyukur, Allah akan menambah rizki kita. Insya Allah

Jadi, sudah bersyukur hari ini?

ALHAMDULILLAH


Rabu, 31 Agustus 2016

DAY 17 - FIVE FAVORITE THINGS

Lol. Finally I've made another blogspot despite being busy with procrastinating this. And to be appreciated, I am deciding to continue this 30 days of challenge even when one of the member of this challenge was getting married *throw confetti* rudyoneko.blogspot.com

Without further excuse, I list down my five common favorite things :)


  CHOCOLATE

My never ending craving, ALL HAIL CHOCOLATE! People who used to live with me unnecessarily know that I stock chocolates up in my room (esp. when exams comes). I don’t need a fine dining or even shopping for those kind of anxiety killer (lol). But my sweet tooth does take considerable amount of chocolate or I will take insulin shoot if I don’t consider about my own body. My favorite? Ranging from the simple one, dark cooking chocolate, chocolate with nuts/almonds, five fingers, chocolate spreads, or choco in snacks like cookies, choco fondue, and chocolates in artisan drinks. And I’m craving into chocolate cheese cake now.










     SONG TRIPLETS

My babies! True that I’m lying. My most favorite babies in my favorite show rite now and sadly it was over now (honestly, the only one Korean show that I watch regularly now. Yes I’m not into korean drama since it was hard to catch up and I end up asking people to tell me the ending of the story lol). The babies was too adorable (of course) and what thing I love is how their parents educate them, it was too good! They did learn about manners in the early age and they did know about doing chores. It didn’t really waste my time to watch them since I get to learn about parenting (did I say being a parents? Hahaha).



INTERIOR DESIGN 

Even I’m majoring in Medicine (to be exact, I’m already got my Bachelor of Medicine), I have lots of interest in other fields such as patisserie, cooking, and yes, interior design. Who doesn’t love seeing IKEA catalog? So do I. I do love to see such a nice house, a shabby chic one, a nicely designed room, and comfy work station. Sadly, I can’t afford this hobby now (since it was pricey, lol) I just can saving those pictures from internet and a window shopping at ACE hardware won’t kill me.




      SOCKS 
I do in love to cute socks, one of temptation that I can’t resist. So far I have few socks (since I have to share with my Mom). Few of them were from my friend that did summer school in Inha. So I just can stare on my LCD and hope that sooner or later I can buy it again!
PS: I had enough (actually more than enough) socks, so I decided to sell it out :) kindly visit the instagram: instagram.com/SOCK.INC











SIOMAY 

Simply because nutty sauce, end.