Tampilkan postingan dengan label belajar islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

An inspiring ans (ask.fm/wrdmnsr)

bukannya org yg udh ketempatan alquran di hatinya. kelakuannya akan menyerupai alquran? knpa kmu msih berikap meledak2 seperti org yg bukan hafidzoh?‎  


Itu dia problemnya. Berarti aku blm bisa menempatkan Qur'an dengan baik.
Makannya akhlak aku pun gak sprt kebanyakan hamilal Qur'an.
Dan aku akan terus berusaha utk memperbaiki diri. Agar gimana kek caranya pokoknya harus menyamakan kepribadian, dengan Al-Qur'an.
Utk saat ini, aku msh menjadi diri sendiri. Mau pura2? Utk apa? Munafik dong.. Makannya aku banyakin minta doa dr kawan2 semua, doain aku spy bisa bener2 menjaga diri. Nggak blak2an kaya skrg gini. Aku gak bisa pura2, ya kenyataannya... Inilah aku. Lalu, gimana dong?
Dan sprt yg aku yakini. Bukan Qur'an yg menjamin kita. Tp kita yg menjamin Al-Qur'an. Sbb apabila Qur'an menjamin, tp kitanya ga bisa sesuai kriteria Qur'an. Maka Qur'an ttp gaakan mau ngasih. Aku msh belum bisa mnjd orang yg Qur'an pilih.
Kalo yg aku liat, emg kebanyakan penghafal Qur'an tuh kalem kalem... Adem adem... Mereka menyesuaikan Qur'an dgn diri mereka. Aku blm bisa sampe tahap itu...
Masih terus belajar.
Aku pikir aku satu2nya penghafal Qur'an yg kurangajar krn blm bisa bersikap sprt "benerbener" seorang penghafal Qur'an (?)
Yah... Doain aja deh ya...

Senin, 30 Juni 2014

Nature & Nurture

Akhirnya merasakan tarawih di Masjid Nurul Huda untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Rasanya lega juga melengkapi checklist sebagai salah satu 'warga' kampus yaitu tarawih di masjidnya kampus. Malam ini kultum tarawih diisi oleh Pak rektor, Prof. Dr. Ravik Karsidi. Temanya sederhana, tentang nature & nurture. Bahkan mungkin kita sudah sering dengar tentang tema ini, sampai dibikin versi quotes di tumblr, kemudian jadi quotes di display picture (dp) bbm, hingga pesan berantai di grup whatsapp. Kurang lebihnya sih kalo di dp bbm "You become like the 5 people you spend the most time with. Choose carefully".



Oke, tadi belum dijelaskan apa itu nature, apa itu nurture

Dalam diri kita, ada dua komponen yang menentukan akan bagaimana kita nantinya, bagaimana ketaqwa-an dan iman kita dalam konteks beragama. Dua komponen itu adalah nature (bawaan) & nurture (lingkungan). Sebagian dari kita mungkin terlahir (bersifat genetik) dengan nature (bawaan) yang baik dan memang sudah tumbuh dari keluarga yang baik, atau sebaliknya, lahir dan tumbuh dari keluarga yang kurang baik.  Namun hal itu bukan menjadi halangan untuk memiliki ketaqwa-an yang sama dengan orang-orang mukmin. 

Kita bisa mulai hidup dan memilih hidup pada nurture (lingkungan) yang baik. Hidup kita selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Pilihlah lingkungan kita dengan hati-hati, pilihlah dengan seksama. Karena lingkungan yang kemudian akan membentuk diri kita juga, jika kita mau, mau untuk menaikkan tingkat keimanan dan ketaqwa-an kita. Mulai memiliih hidup (baca: ngekos) dengan lingkungan yang baik dan berada pada majelis yang selalu mengingat Allah SWT (baca: Masjid Nurul Huda/JN UKMI) *promosi*.

Jangan kemudian menyalahkan takdir ketika kita lahir dari keluarga yang menurut kita kurang baik, tidak sempurna. Allah selalu adil dalam memberikan bagian-bagian pada hamba-Nya. Mungkin Allah telah menunjuk kita untuk menjadi agent of change dalam keluarga kita sendiri. Memperbaiki keimanan keluarga kita dan bersama-sama membawa keluarga kita ke surga-Nya.

Jadi, siap untuk memiliki taqwa dan iman yang terbaik? Pilihlah nurture yang terbaik :)
Ramadhan kareeem!



Selasa, 18 Maret 2014

A soon to be general practician reminder

Ibnu Taimiyyah mengatakan "Yang merusak masyarakat adalah orang yang setengah ahli dalam ilmu kalam, setengah pakar ilmu fikih, setengah pakar ilmu nahwu dan setengah dokter. Setengah ahli dalam ilmu kalam itu hanya merusak agama. Setengah pakar dalam ilmu fikih itu merusak tatanan masyarakat dan berani menghalalkan yang haram. Setengah pakar dalam ilmu nahwu itu merusak bahasa arab dengan kesalahan harokatnya. Setengah dokter itu merusak jasmani dan membunuh pasien." (ar Badd 'al Bakri 2/731)

Rabu, 12 Maret 2014

Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, bukan pula pada manisnya ucapan di bibir, tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.

(Al Ghazali)


Dan ketika nafsu mulai mendekat, hati tidak bisa menerima alur logis dari akal, dekaplah diri, dan bisikkan Inni akhafullah.

Inni Akhafullah ( Sesunguhnya Aku Takutkan Allah )

Minggu, 23 Februari 2014

16.30

Telepon dari Mama sore ini sungguh pelipur kangen. Kangenku selalu terobati hanya mendengar cerita kegiatan Mama sehari-hari.
"Mbak, tadi Mama beli rok"
"Oh, sekarang Mama pake rok? Cieee bu hajah"
"Iya dong, sekarang Mama udah bisa ngisi tausyiah. Jadi beli rok"
"Subhanallah...." dan aku hanya tertawa. Yang ini pasti maksudnya tausyiah ke ibu-ibu pengajian di rumah yang cuma bincang-bincang pasca pengajian. Maksudnya biar bukan gosip semata, akhirnya Mama mencoba berbagi pengalaman.
"Iya Mbak, kemaren Bu Edi, Bu Inung, Bu Syam udah Mama kasih tausyiah"
"Hahaha, tausyiah tentang apa Ma? Pasti soal dilarang bergosip lagi"
"Iya itu pasti. Penyakit ibu-ibu sih. Terus tausyiah tentang sholat hajat, sholat tahajjud"
"Wiiiih, subhanallaaaaah" aku hanya bisa terpekik kagum.

Dulu Mama belum begini. Awal Mama berkerudung juga karena aku memutuskan memakainya awal masa SMA. Kemudian di saat aku mulai mengejar mimpiku di sini, Mama mulai merasa kesepian, akhirnya dengan saran dari beberapa kerabat, Mama mulai membentuk grup pengajian di rumah. Setiap liburan, aku selalu bertemu ibu-ibu yang begitu bersemangat belajar mengaji. Jangan dikira ngaji Al Qur'an semua bahkan beberapa ibu-ibu masih harus memulai dari Iqro 1. Kata Mama, nggak ada yang namanya terlambat dalam belajar. Asal kita masih dikasih waktu, kenapa nggak kita manfaatkan untuk hal yang baik? 

Satu yang selalu Mama ulang dari tiap perjumpaanku ketika pulang adalah 
"Jangan sekali-kali kamu mencela seseorang karena dia berbuat jelek/salah. Benci kesalahannya, bukan orangnya. Jangan pernah menjauhi mereka karena kesalahannya. Kita nggak tau, mungkin suatu saat Allah akan memberi ujian pada kita karena kita sudah pernah membenci orang lain, merasa kita paling benar, paling suci. Manusia itu tempatnya salah, makanya melalui orang-orang itu kita diingatkan untuk selalu memohon perlindungan Allah dari berbagai keburukan"
Ah, aku makin kangen Ma. 

Jumat, 27 Desember 2013

Anak membawa orang tua. Surga atau neraka?

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat kelak diserulah anak-anak kaum Muslim, ‘Keluarlah kalian dari kubur kalian’. Merekapun keluar dari kuburnya. Lalu, mereka diseru, ‘Masuklah kedalam surga bersama-sama’. Seraya mereka berkata: ‘Duhai, Tuhan kami, apakah orang tua kami turut bersama kami?’ Hingga pertanyaan keempat kalinya menjawablah Dia, ‘Kedua orang tua kalian bersama kalian’. Berloncatanlah setiap anak menuju ayah ibunya, memeluk dan menggandeng mereka, mereka memasukkan orang tuanya kedalam surga. Mereka lebih mengenal ayah dan ibu mereka pada hari itu melebihi pengenalan kalian terhadap anak-anak kalian di rumah kalian.” (Kitab Nuzhah al-Majalis wa Muntakhib an-Nafais, ash-Shufuri, dikeluarkan oleh Abu Na’im dari jalan ath-Thabrani)

Senin, 18 Oktober 2010

Persiapan Sebelum Safar

Melakukan sholat dua raka'at ketika hendak pergi.

Hadist dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alahi wa sallam bersabda, "Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka'at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah."

CUKUP ALLAH

Cukup Allah yang jadi cinta pertama dan terakhirku,
Dan sebaik-baiknya cinta adalah kepada Allah SWT.

Senin, 13 September 2010

Hari Raya

Assalamualaikum wr. wb.

I got this from a speech in my last Ied Mubarak's praying, it was how we call a condition as hari raya. Usually, we, as moeslem people, call Hari Raya for celebrating a day that is in Syawal, 1st. But here, actually there are some term that is called Hari Raya :

1. When you can handle your passion, your desire to negative one thing, that day is your Hari Raya.
2. When you can win from devil's seduction, that is your Hari Raya.
3. When you dead at a condition that you can name "Allahu Akbar" and syahadat, that time is your Hari Raya.
(Actually there are still many terms but I had forgotten because it had been three days ago. Hehehe)

Wassalamualaikum wr. wb.

Jumat, 23 Juli 2010

Term of afraid


Just now, I got a night mare on my day dreaming. I knew what it calls, The thing that i had got on my nightmare, reflected what I'm afraid of now. I'm afraid of being separated with my beloved mom, father, and my brother, I'm afraid of death, and I'm afraid to face that. This is that make me stuck on choosing my college. I had been separated with them for two weeks and I'm crying all day, everyday just because I miss them. Call me being spoil. I just like oh please, who will get me on their side when i need somebody to tell. I just like, I'm being un separated with them from almost seventeen years. But I just realize. What must be I'm afraid of? I'm not getting with them whole my life, i will get somebody in to accompany then. And of course death. The thing that I should afraid of is when my faith to my God is less. That's it. When my love to my God is gone step by step, I should being afraid of.

Kamis, 06 Mei 2010

감사합니다

Terima kasih. Alhamdulillah semangat itu muncul lagi berkat bapak di senja ini. Semoga Allah membalas amal baik bapak. Dan semoga aku bisa menjadi lebih baik untuk-Nya.

Selasa, 04 Mei 2010

Firasat?

16-17 September 2009

21.30 - 01.00

Subhanallah. Malam ini sungguh penuh arti.

Pukul 21.30

Malam itu…
Aku berangkat tanpa niat apa pun. Sekedar menemani ayahku untuk mengikuti semacam doa bersama di Masjid Agung. Awalnya, kukira masjid hanya terisi sedikit umatNya. Subhanallah, ternyata ada ratusan orang dari penjuru kabupaten datang dengan niat yang jelas. Dan aku datang dengan setumpuk kegelisahan dan terus mempertanyakan eksistensiNya. Kegelisahan yang datang sejak awal Ramadhan yang membuatku putus asa akan mendapat rahmatNya. Aku yang begitu mudahnya diuji imannya hanya karena cobaan kecil dariNya, hanya karena pertanyaan sederhana dariNya. Siapkan aku menghadapi kematian? Siapkan aku untuk menemui kiamat?

Aku duduk di teras depan masjid. Tanpa mengenal seorang pun. Kegelisahan itu terus datang, jika mengingat seorang kerabat yang sedang terbaring kritis di rumah sakit dan mengingat akan siksaan kubur. Subhanallah, begitu banyak dosa yang aku perbuat selama 16 tahun, dan berapa banyak amal yang sudah kukumpulkan? Sholat pun kadang bukan karenaNya, tapi terpaksa. Sholat pun kadang tak khusyuk. Arti khusyuk pun sering kabur, tak tau bagaimana mengartikan sholat yang khusyuk. Sholat pun kadang aku tak tau apa tujuannya. Padahal aku berhijab, sesuatu yang membuat seorang wanita begitu mulia di hadapanNya.

Ternyata doa bersama malam itu dzikir ghofili. Aku kembali tak tau. Masya Allah begitu banyak hal yang aku tak tau dalam hidupku, padahal aku sudah hampir menjalani sepertiga usia Nabi. Dzikir malam itu melantunkan ratusan al fatihah. Banyak orang yang tak tahan menahan kantuk. Miris melihatnya. Mereka datang dari jarak yang tidak dekat, padahal dengan niat yang mulia. Tapi tidak bisa menahan godaan kantuk. Aku berusaha untuk terus mengingatNya, memanggilNya dengan ratusan al fatihah. Tapi Ia tak kunjung datang. Kegelisahan itu kembali muncul. Aku hampir putus asa untuk berusaha. CobaanNya kali ini begitu berat. Ia menguji keimananku. Benarkan Ia ada? Kenapa tak sedikit pun Dia melihatku yang meragukanNya? Aku tertegun melihat seorang ibu di sebelahku yang tersenyum padaku. Ibu itu maaf, cacat, dan masih bisa tersenyum dan menyapaku. Bahkan ibu itu masih sempat memujiku yang datang di tengah mayoritas orang-orang “sepuh” .

Aku langsung teringat kata ibuku yang sudah begitu lama terlupa. Terima kasih Allah sudah mengingatkan ku sehingga aku kembali yakin akan kebesaranMu. “Kalau memang dzat itu sudah kodratnya mati, ya mati. Kematian tidak bisa ditunda. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan kehidupan setelah mati. Jangan mempermasalahkan ketakutan akan kematian. Karena semakin banyak pikiran kita yang terkuras akan kematian, semakin sedikit kita ingat padaNya.”
Dan Allah tak akan memberikan cobaan di luar kemampuan makhlukNya.

Pukul 00.00

Acara berakhir. Masjid kembali senyap. Aku bergegas menuju shaf depan. Di sebelahku, ada seorang wanita tua yang mungkin sudah mulai rapuh ingatannya. Sholatnya mungkin terlihat asal-asalan dan seperti tidak melafalkan apapun, bahkan pandangannya berkeliaran dan kadang terkesan kosong, tapi yang membuatku kagum, di malam selarut ini, beliau masih terbangun untuk mencari Lailatul Qadar. Berdiri pun beliau sulit, tapi beliau sama sekali tidak tergerak untuk sholat dalam duduk. Aku semakin kagum melihat banyaknya jamaah malam itu. Aku menangis kembali. Aku datang menghadapNya. Tak tau apa tujuanNya. Untuk siapa sholatku? Untuk apa aku sholat?

17 September 2009

Subhanallah. Benarkah kemarin adalah firasat?
Baru kemarin, aku terus meragukan diriku akan imanku, akan kesiapanku menghadapi ajalku, ternyata seorang kerabat mendahuluiku ketika aku masih ragu akan diriku sendiri.
Belum sempat aku menjenguk dan mendoakan untuk kesembuhannya, kerabat kami sudah dipanggil olehNya. Sungguh berat. Ramadhan kali ini sungguh penuh cobaan. Berusaha untuk mensyukuri cobaan yang datang, tapi sulit. Menghadapinya saja sangat berat, apalagi mensyukuri? Tapi, dengan diawali niat yang bulat, cobaan itu dijalani dengan diambil hikmahnya. Bismillah.

Sabtu, 01 Mei 2010

Ada apa dengan sholat subuh

Tadi baru buka facebook dan nemu notes ini dari Mbak Evi. Subhanallah, bagus banget dan aku mau coba share, semoga bermanfaat :)

“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya kosong dari shalat Subuh tepat waktu?

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)

Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.

“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.

“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]

Sedangkan bagi wanita - walau shalat di masjid diperbolehkan - shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid. Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada permulaan waktu.

“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid. “Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?” (QS Huud:81)

Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh. Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia. Ingat itu ya :)

“Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad : 7)

“Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa” (QS Al-Hajj:40)

TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :

1. Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
2. Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
3. Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
4. Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
5. Carilah kawan yang baik (shalih) yang bisa mengingatkan
6. Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)
7. Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
8. Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding, di kamar atau dimana saja yang mudah dibaca.
9. Bantulah dengan 3 buah bel pengingat (jam weker; telpon; bel pintu). Atau ditambah dengan miskol Subuh.
10. Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga (ayah, ibu, kakak adek.. suruh saling mengingatkan dan menyemangati)

Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri.

"Asholaatu khoirumminannaum.." Bersegeralah bangkit dan penuhi panggilan Rabb-mu. Dan habis itu, ingat, jangan tidur lagi ya! Ga baek tidur habis subuh. Ini dibahas di notes selanjutnya, insya Allah :)

Salam Perjuangan Penuh Cinta buat semuanya :)


** Referensi : Misteri Sholat Subuh.